BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 12 Maret 2011

KESEMPURNAAN

Seorang gadis menangis di sudut ruang kelas. Ia baru saja menerima hasil ujian. “Wah…. Mungkin dia tidak lulus,” pikir teman-temannya. Tapi mereka heran, karena dia adalah juara kelas, murid yang paling pintar, kok tidak lulus? Padahal murid lain lulus semua. Bapak Guru di depan kelas melihat hal ini, kemudia datang mendekat, lalu ia bertanya mengapa si murid sampai menangis. “Saya hanya mendapat nilai 7, padahal aku yakin bisa menjawab semua jawaban dengan benar”. Si guru tahu, biasanya murid ini tidak pernah mendapat nilai kurang dari 9, rata rata nilainya 10! Jadi Pak Guru mulai paham, mengapa muridnya menangis, lalu ia berkata “Nanti pas jam istirahat, kamu datang ke ruang guru, ada yang ingin Bapak sampaikan padamu, Ok?. Masih menangis, si murid mengangguk setuju.

Ketika jam istirahat, si murid datang menghadap, setelah itu Pak Guru bertanya padanya, “Mari kita membahas arti nilai 10. Kamu Cuma perlu menjawab ya atau tidak untuk pertanyaan yang Bapak ajukan. Bila kamu menjawab ya dari salah satu pertanyaan Bapak, maka Bapak akui bahwa tangismu di kelas tidaklah sia sia. Nah, apakah untuk menjadi seorang guru, dosen, orang sukses, dan kaya raya,apakahdia haruslah seorang yang sangat pintar dan harus mendapatkan nilai 10?”. Si murid berpikir sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya. Pak Guru kemudian melanjutkan, “Apakah untuk mendapatkan perhatian dari teman, seseorang harus mendapatkan nilai 10 terlebih dahulu?”. Si murid masih menggelengkan kepala. “Apakah untuk lulus ujian dan naik kelas, seseorang harus mendapatkan nilai 10?. Si murid masih menggelengkan kepala. Si guru akhirnya memberikan nasehat, “Dengan demikian, tentunya nilai 10 bukanlah jaminan sebuah kesuksesan.

Orang sukses bukanlah orang yang selalu mendapat nilai sempurna, tapi adalah mereka yang bisa menerima kekalahan, yang mau belajar dan bangkit dari semua kegagalan. Jangan pernah lagi menangisi kekalahan, karena kekalahan dan kemenangan tak bisa dipisahkan, terimalah keduanya, maka kamu akan mengerti arti kesuksesan”.

Ketika orang mendapatkan kemenangan, biasanya ia akan tertawa dan bersorak penuh kegembiraan. Tapi, bila yang diterima adalah kekalahan? Rasa sesal dan tangisan tak akan terhindarkan. Begitulah kondisi yan dialami manusia sepanjang kehidupan, gembira sedih gembira sedih ……. terus menerus hingga tak berkesudahan, Apakah kita tidak merasa lelah? Bila kita selalu berharap mendapatkan kemenangan, maka kita harus siap untuk menerima kekecewaan, mengapa? Karena kemenangan tak selalu datang!. Inilah yan dinamakan jerat kehidupan. Semua orang berharap nilai 10, karena dianggap sebagai kesempurnaan, tapi sebenarnya nilai 10 barulah setengah dari kesempurnaan. Kesempurnaan yang sesungguhnya adalah, jika seseorang bisa menerima nilai 10 maupun nilai 0 dengan senyuman, artinya mampu menerima semua kekalahan dan kemenangan dengan keseimbangan. Ketika ini menjadi pedoman hati, jiwa, dan pikiran, barulah dapat dikatakan sebagai kesempurnaan  

0 komentar: